KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Smart Campus Kendari secara resmi meluncurkan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) terintegrasi digital pada Kamis, 10 April 2026. Program inovatif ini menandai komitmen institusi dalam menghadirkan solusi teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan di wilayah Sulawesi Tenggara.
Peluncuran program berlangsung di Aula Utama Smart Campus Kendari dengan menghadirkan pejabat universitas, akademisi, mahasiswa, dan perwakilan dari berbagai desa mitra. Program yang dinamis dan menggabungkan teknologi digital dengan pengabdian sosial tradisional ini diharapkan mampu menciptakan dampak signifikan bagi komunitas lokal.
Inovasi KKN di Era Digital
Program KKN terintegrasi digital Universitas Muhammadiyah Kendari dirancang sebagai respons terhadap tantangan pembangunan sosial di era transformasi digital. Berbeda dengan konsep KKN konvensional yang berfokus pada aspek sosial semata, program ini menggabungkan dimensi teknologi informasi, entrepreneurship digital, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Ketua Unit Smart Campus Kendari, Dr. Wahyudi Sumanto, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. “Kami percaya bahwa pengabdian masyarakat tidak lagi bisa berjalan secara terpisah dari adopsi teknologi. Mahasiswa kami tidak hanya belajar melayani, tetapi juga belajar memberdayakan dengan tools digital yang relevan,” ujar Dr. Wahyudi dalam sambutan resminya.
Menurut data yang dipaparkan, gelombang pertama program KKN Terintegrasi Digital ini melibatkan 120 mahasiswa dari berbagai program studi yang akan ditempatkan di 15 desa binaan di Kabupaten Kendari, Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Konawe Utara. Penempatan tersebut telah dirancang berdasarkan analisis mendalam terhadap kebutuhan lokal setiap desa.
Struktur dan Mekanisme Program
Program yang dijadwalkan berjalan selama tiga bulan (April hingga Juni 2026) ini memiliki struktur yang terorganisir dengan baik. Setiap kelompok KKN terdiri dari enam hingga delapan mahasiswa dengan komposisi lintas disiplin ilmu. Susunan ini dirancang untuk memastikan setiap kelompok memiliki keahlian yang beragam dan komplementer.
Koordinator Program KKN Smart Campus Kendari, Drs. Ruslan Abdulah, M.Pd., mengungkapkan detail mekanisme operasional program. “Setiap kelompok akan memiliki dua fokus utama. Pertama, mereka mengidentifikasi masalah sosial spesifik di desa binaan mereka. Kedua, mereka mengembangkan solusi berbasis teknologi digital yang sustainable dan dapat diserahterimakan kepada masyarakat lokal setelah program berakhir,” jelasnya.
Ruslan menambahkan bahwa mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan dan mentor dari sektor industri teknologi. “Kami bermitra dengan beberapa startup lokal dan perusahaan teknologi untuk memberikan mentoring kepada mahasiswa kami. Hal ini memastikan solusi yang dikembangkan tidak hanya akademis tetapi juga praktis dan marketable,” katanya lebih lanjut.
Fokus Pemberdayaan Masyarakat
Program ini menargetkan tiga area utama pemberdayaan masyarakat. Pertama adalah digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mahasiswa akan membantu pelaku UMKM lokal untuk membuat website sederhana, menggunakan platform e-commerce, dan mengoptimalkan pemasaran digital mereka.
Area kedua adalah peningkatan literasi digital masyarakat. Kelompok KKN akan mengadakan workshop gratis tentang penggunaan internet, keamanan siber dasar, dan pemanfaatan media sosial untuk bisnis. Fokus ini sangat relevan mengingat masih tingginya digital divide di daerah-daerah pedesaan Sulawesi Tenggara.
Ketiga, program ini juga menekankan pemberdayaan sektor pertanian melalui teknologi. Mahasiswa akan membantu petani lokal menggunakan aplikasi untuk memprediksi cuaca, mengelola inventory hasil panen, dan terhubung langsung dengan pasar melalui platform digital. Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan petani secara signifikan.
Dukungan Pemerintah dan Stakeholder Lokal
Kehadiran Asisten Perekonomian dan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Ir. Syaiful Bahri, M.E., dalam acara peluncuran menunjukkan dukungan tinggi dari pemerintah daerah. Dalam sambutannya, beliau menyatakan apresiasi terhadap inisiatif Universitas Muhammadiyah Kendari.
“Program KKN terintegrasi digital seperti ini sangat sejalan dengan visi pemerintah untuk meningkatkan daya saing daerah melalui transformasi digital. Kami berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh, termasuk fasilitasi perizinan dan koordinasi dengan pemerintah desa,” ujar Ir. Syaiful Bahri dalam pidatonya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kendari, H. Mujiburrahman, S.H., M.Si., juga turut hadir dan menyatakan kesediaan dinas untuk menjadi mitra dalam program ini. “Dinas kami akan membantu identifikasi desa-desa yang paling membutuhkan intervensi dan memfasilitasi komunikasi antara mahasiswa dengan aparat desa,” katanya.
Selain itu, beberapa UMKM lokal dan pengusaha muda telah menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan universitas untuk menjadi mentor dan mitra dalam program ini. Salah satu diantaranya adalah Budi Wijaya, founder startup teknologi pertanian lokal “AgroTech Kendari”, yang siap memberikan mentoring kepada mahasiswa.
“Saya sangat antusias dengan program ini. Sebagai entrepreneur muda yang memahami tantangan di lapangan, saya ingin berbagi pengetahuan kepada mahasiswa tentang bagaimana teknologi benar-benar dapat mengubah kehidupan petani kami,” ungkap Budi Wijaya.
Persiapan dan Fase Pelatihan
Sebelum ditempatkan di desa-desa binaan, seluruh mahasiswa peserta KKN akan mengikuti fase pelatihan intensif selama dua minggu. Fase ini mencakup workshop tentang adaptasi budaya, metodologi pengabdian masyarakat, basic coding, digital marketing, dan keterampilan soft skill lainnya.
Direktur Akademik Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. Hj. Siti Nurhaliza, M.S., menggandarkan pentingnya fase pelatihan ini. “Mahasiswa kami harus memahami bahwa mereka bukan hanya membawa teknologi ke desa, tetapi juga membawa semangat kemanusiaan. Mereka harus sensitif terhadap dinamika lokal, budaya, dan kebutuhan nyata masyarakat,” katanya dalam wawancara khusus.
Kurikulum pelatihan telah dikembangkan oleh tim akademik bersama dengan praktisi industri dan telah melalui proses validasi yang ketat. Materi pembelajaran mencakup aspek teknis sekaligus soft skill yang esensial bagi seorang agent of change.
Dampak yang Diharapkan
Universitas Muhammadiyah Kendari menargetkan dampak konkret dari program ini baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Bagi mahasiswa, program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi praktis, pengalaman lapangan, dan pemahaman tentang realitas sosial ekonomi masyarakat Indonesia.
Sementara itu, bagi masyarakat, target konkret mencakup peningkatan kapasitas digital minimal 500 orang, pembuatan website untuk 20 UMKM, peningkatan akses pasar digital untuk 30 kelompok tani, serta pelatihan keterampilan digital untuk 50 anak muda desa yang berpotensi menjadi digital entrepreneur.
“Kami juga ingin mengukur dampak jangka panjang melalui monitoring dan evaluasi yang ketat. Enam bulan setelah program berakhir, kami akan kembali ke desa-desa untuk melihat apakah teknologi dan pelatihan yang kami berikan benar-benar memberikan manfaat berkelanjutan,” tambah Ruslan Abdulah.
Harapan dan Visi ke Depan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Nizar Alam, M.M., yang juga hadir dalam acara peluncuran, menyatakan bahwa program ini merupakan awal dari transformasi yang lebih besar dalam komitmen pengabdian masyarakat kampus.
“Visi kami adalah menjadikan Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai engine pemberdayaan digital bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Program KKN Terintegrasi Digital ini adalah manifestasi konkret dari visi tersebut. Ke depannya, kami ingin memperluas program ini ke lebih banyak desa dan kabupaten,” ujar Prof. Dr. Nizar Alam dengan optimisme.
Program ini juga diharapkan dapat menjadi model replicable yang dapat diterapkan oleh universitas-universitas lain di kawasan Sulawesi. Universitas Muhammadiyah Kendari telah berinisiatif untuk mendokumentasikan best practice dan lessons learned dari program ini guna diseminarkan secara luas.
Penutup
Peluncuran program KKN Terintegrasi Digital Universitas Muhammadiyah Kendari pada 10 April 2026 menandai momentum penting dalam sejarah pengabdian masyarakat kampus. Program ini merepresentasikan pemahaman yang mendalam bahwa pemberdayaan masyarakat di era modern harus terintegrasi dengan teknologi digital sebagai enabler utama.
Dengan melibatkan 120 mahasiswa, 15 desa binaan, dan berbagai stakeholder strategis, program ini dibangun atas fondasi yang solid dan memiliki potensi besar untuk menciptakan perubahan nyata. Dukungan pemerintah, industri, dan masyarakat lokal yang terlihat dalam acara peluncuran ini memperkuat keyakinan bahwa program ini akan berjalan sukses.
Dalam beberapa bulan mendatang, desa-desa di Sulawesi Tenggara akan menyaksikan kedatangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari yang tidak hanya membawa semangat pengabdian, tetapi juga membawa tools teknologi yang dapat mengubah cara masyarakat bekerja dan berkembang. Ini adalah pendidikan yang hidup, pengabdian yang bermakna, dan pemberdayaan yang autentik—inilah yang dimaksud dengan smart campus yang benar-benar smart dalam melayani masyarakat.
—
Penulis: Tim Berita Kampus Universitas Muhammadiyah Kendari
Editor: Departemen Humas dan Informasi