KENDARI – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unit Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari meluncurkan program kepemimpinan terpadu dengan nama “Leadership in Digital Era 2026” pada Jumat, 04 April 2026, di Aula Blok A kampus. Program ambisius ini dirancang untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan mahasiswa dalam menghadapi transformasi digital dan tantangan sosial kontemporer.
Peluncuran program yang dihadiri lebih dari 300 mahasiswa dari berbagai organisasi kemahasiswaan ini menandai komitmen BEM dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Acara berlangsung meriah dengan menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi, praktisi industri, hingga pemimpin organisasi kemahasiswaan dari universitas lain.
Menurut keterangan yang dihimpun, program “Leadership in Digital Era 2026” merupakan respons nyata terhadap kebutuhan pasar tenaga kerja modern yang menuntut mahasiswa memiliki soft skill kepemimpinan yang mumpuni. Program ini akan berlangsung selama 12 bulan dengan berbagai komponen pembelajaran, pelatihan, dan praktik langsung di lapangan.
Latar Belakang dan Urgensi Program
Keputusan BEM Unit Smart Campus untuk meluncurkan program kepemimpinan terintegrasi tidak lahir dari keputusan spontan. Sebagai bagian dari unit smart campus pertama di Universitas Muhammadiyah Kendari, organisasi mahasiswa ini telah melakukan riset mendalam selama enam bulan terakhir tentang kebutuhan pengembangan diri mahasiswa.
“Kami melakukan survey kepada 250 mahasiswa dari berbagai angkatan dan program studi. Hasilnya menunjukkan bahwa 78 persen mahasiswa menginginkan program pengembangan kepemimpinan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan industri modern,” ungkap Muhammad Rizki Prawira, Ketua BEM Unit Smart Campus Kendari, dalam wawancara eksklusif seusai acara peluncuran.
Rizki menambahkan bahwa Smart Campus Unit Kendari memiliki keunggulan infrastruktur digital yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran kepemimpinan. “Dengan adanya fasilitas smart classroom, learning management system yang terintegrasi, dan sistem monitoring real-time, kami yakin program ini akan berjalan lebih efektif dibandingkan program sejenis di kampus lain,” imbuhnya dengan percaya diri.
Konteks urgensi ini semakin relevan mengingat Universitas Muhammadiyah Kendari berada di wilayah Sulawesi Tenggara yang sedang mengalami transformasi ekonomi dan sosial yang signifikan. Pemerintah daerah tengah mempromosikan digitalisasi di berbagai sektor, dari perdagangan hingga pelayanan publik. Dalam konteks ini, mahasiswa yang memiliki kompetensi kepemimpinan digital menjadi aset berharga bagi pembangunan daerah.
Struktur dan Komponen Program
Program “Leadership in Digital Era 2026” dirancang dengan struktur berjenjang yang komprehensif. Menurut dokumen resmi yang diluncurkan, program ini terdiri dari empat modul utama: Foundation Leadership, Digital Leadership Skills, Strategic Management, dan Social Impact Leadership.
Modul pertama, Foundation Leadership, akan membahas teori kepemimpinan klasik hingga kontemporer dengan fokus pada pengembangan karakter pribadi dan pemahaman tentang gaya kepemimpinan yang berbeda. Peserta akan belajar bagaimana memahami kekuatan dan kelemahan diri sendiri sebagai fondasi untuk menjadi pemimpin yang efektif.
Modul kedua, Digital Leadership Skills, merupakan inovasi utama dari program ini. Modul ini akan mengajarkan bagaimana memanfaatkan teknologi digital dalam mengelola tim, mengambil keputusan berbasis data, dan membangun organisasi yang agile. “Di era ini, seorang pemimpin tidak hanya perlu memahami teori kepemimpinan, tetapi juga harus menguasai tools dan platform digital untuk efektivitas kerja,” jelas Siti Nurhaliza, Wakil Ketua BEM bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Modul ketiga, Strategic Management, akan memberikan wawasan tentang perencanaan strategis, implementasi visi misi, dan evaluasi kinerja organisasi. Peserta akan diajak untuk menganalisis studi kasus nyata dari berbagai organisasi, baik profit maupun non-profit, untuk memahami bagaimana kepemimpinan strategis diterapkan dalam konteks yang berbeda-beda.
Modul terakhir, Social Impact Leadership, menekankan tanggung jawab sosial dan kepemimpinan yang berorientasi pada perubahan sosial positif. Modul ini sangat sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah yang selama ini menjadi fondasi organisasi. Peserta akan dilatih untuk menerjemahkan visi misi organisasi mereka menjadi program nyata yang memberikan dampak positif bagi komunitas sekitar.
Metode Pembelajaran dan Fasilitator
Menggunakan teknologi smart campus, program ini akan menerapkan blended learning approach yang menggabungkan pembelajaran online dan offline. Peserta akan memiliki akses ke platform e-learning khusus dimana tersedia video pembelajaran, modul interaktif, forum diskusi, dan assignment yang dapat diakses 24/7.
Sesi offline akan diadakan dua minggu sekali di Aula dan ruang-ruang khusus di Unit Smart Campus Kendari. Sesi ini akan berbentuk workshop intensif, diskusi kelompok, role-playing, dan simulasi kepemimpinan. Peserta juga akan melakukan field project di masyarakat untuk mengaplikasikan teori kepemimpinan yang telah dipelajari.
Fasilitator program ini berasal dari berbagai latar belakang yang relevan. Dr. Bambang Suryanto, dosen Universitas Muhammadiyah Kendari dengan spesialisasi manajemen organisasi, akan menjadi koordinator akademik program. Selain itu, program ini juga mengundang praktisi dari Sultra Digital Hub, perusahaan teknologi lokal yang berkembang pesat, serta executive dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara.
“Kolaborasi lintas institusi ini penting agar mahasiswa mendapatkan perspektif yang komprehensif tentang kepemimpinan di berbagai konteks,” jelas Dr. Bambang dalam kesempatan yang sama.
Respons dari Pimpinan Kampus
Prof. Dr. Ir. Jamaluddin Malik, Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif BEM ini. Dalam pidatonya di acara peluncuran, beliau menyatakan bahwa program semacam ini sejalan dengan visi pengembangan universitas menuju research-based dan innovation-driven institution.
“Mahasiswa yang memiliki kompetensi kepemimpinan yang kuat akan menjadi daya dorong utama untuk mencapai visi tersebut. Saya berharap program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi kepemimpinan mahasiswa, tetapi juga menginspirasi organisasi kemahasiswaan lainnya untuk melakukan inisiatif serupa,” kata Prof. Jamaluddin Malik.
Sementara itu, Ir. Musyarof, Direktur Unit Smart Campus Kendari, menegaskan komitmen unitnya untuk menyediakan infrastruktur dan dukungan penuh bagi program ini. “Smart Campus Unit Kendari dibangun dengan visi menjadi pusat inovasi dan pengembangan sumber daya manusia. Program leadership ini adalah manifestasi konkret dari visi tersebut. Kami akan memastikan semua fasilitas teknologi, ruang belajar, dan dukungan administratif tersedia untuk kesuksesan program,” tutur Ir. Musyarof dengan antusiasme.
Respons Mahasiswa dan Target Peserta
Antusiasme mahasiswa terhadap program ini sangat tinggi. Pada kesempatan pendaftaran terbuka yang dilakukan hari yang sama, lebih dari 150 mahasiswa telah mendaftar dalam hitungan beberapa jam. BEM menargetkan akan menerima 100 peserta dalam angkatan pertama, dengan kriteria pemilihan berdasarkan motivasi, prestasi akademik, dan keterlibatan dalam organisasi kemahasiswaan.
Rini Marvelous, mahasiswa semester 6 Program Studi Teknik Informatika, adalah salah satu peserta yang antusias. “Saya sudah lama ingin mengembangkan skill kepemimpinan, terutama dalam konteks digital yang sedang booming sekarang. Program ini sangat relevan dengan ambisi saya untuk menjadi tech leader di masa depan,” ujar Rini dengan semangat.
Mahasiswa lain, Ahmad Hidayat dari Program Studi Manajemen, juga melihat program ini sebagai investasi berharga untuk karirnya. “Dalam interview, employer selalu bertanya tentang kepemimpinan dan pengalaman mengelola tim. Program ini memberikan kesempatan untuk memiliki pengalaman dan sertifikasi yang valid di mata industri,” tambahnya.
Rencana Implementasi dan Timeline
Program akan dimulai secara resmi pada Mei 2026 dengan orientation peserta dan penyusunan kelompok belajar. Setiap modul akan berlangsung selama 3 bulan dengan intensitas pembelajaran yang terukur. Total durasi program adalah 12 bulan, dengan completion ceremony direncanakan pada April 2027.
Setiap peserta yang berhasil menyelesaikan program akan mendapatkan sertifikat resmi dari BEM Unit Smart Campus Kendari yang juga ditandatangani oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari dan Director Smart Campus Unit. Sertifikat ini akan dilengkapi dengan detailed transcript of competencies yang menunjukkan secara detail kompetensi apa saja yang telah dikuasai oleh peserta.
Selain sertifikat, peserta terbaik juga akan mendapatkan beasiswa pengembangan kepemimpinan untuk mengikuti program advanced atau pertukaran pelajar di universitas lain yang memiliki reputasi baik dalam pengembangan kepemimpinan mahasiswa.
Dampak Potensial dan Harapan ke Depan
Peluncuran program “Leadership in Digital Era 2026” diharapkan akan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi ekosistem kemahasiswaan di Universitas Muhammadiyah Kendari. Dalam jangka pendek, program ini akan meningkatkan kompetensi kepemimpinan dari 100 mahasiswa peserta. Dalam jangka menengah, diharapkan peserta program ini akan menjadi agen perubahan dalam berbagai organisasi kemahasiswaan mereka, menciptakan efek multiplikasi pengetahuan dan keterampilan kepemimpinan.
Dalam jangka panjang, universitas mengharapkan bahwa program ini akan menjadi flagship program yang menjadi benchmark bagi universitas lain di region Sulawesi Tenggara. Dengan cara ini, Universitas Muhammadiyah Kendari dapat memperkuat posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pengembangan karakter dan kompetensi mahasiswa secara holistik.
BEM Unit Smart Campus Kendari juga telah merencanakan fase pengembangan program untuk tahun-tahun mendatang. “Kami ingin program ini terus berkembang dan melibatkan semakin banyak mahasiswa. Dalam dua tahun ke depan, target kami adalah 300 mahasiswa telah menyelesaikan program ini,” ungkap Muhammad Rizki Prawira tentang visi jangka panjang organisasinya.
Penutup
Peluncuran program “Leadership in Digital Era 2026” oleh BEM Unit Smart Campus Universitas Muhammadiyah Kendari merupakan langkah maju yang signifikan dalam upaya pengembangan mahasiswa yang komprehensif. Program yang dirancang dengan matang ini menggabungkan teori kepemimpinan, praktik digital, dan tanggung jawab sosial dalam satu paket pembelajaran yang komprehensif.
Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, fasilitasi dari praktisi industri, dan infrastruktur smart campus yang memadai, program ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin muda yang kompeten dan berakhlak mulia. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari kini memiliki kesempatan emas untuk mengembangkan diri mereka menjadi pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial dan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Seiring dengan semakin dinamisnya perubahan sosial dan teknologi, kehadiran program semacam ini menjadi semakin urgen dan bermakna. Semoga program “Leadership in Digital Era 2026” ini dapat menjadi katalis bagi terciptanya generasi pemimpin muda yang tangguh, visioner, dan berkomitmen untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi masyarakat dan bangsa.
—
Jumlah kata: 1.847 kata