Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari melalui Unit Smart Campus Kendari resmi meluncurkan program pembelajaran inovatif berbasis Teknologi Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) pada hari Rabu, 16 April 2026. Inisiatif strategis ini merupakan wujud komitmen kampus dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi era digital dan kompetisi global yang semakin ketat.
Peluncuran program yang berlangsung meriah di Aula Auditorium Gedung Pusat Universitas Muhammadiyah Kendari dihadiri oleh Rektor, para Dekan dari berbagai Fakultas, dosen, mahasiswa, serta stakeholder pendidikan lokal. Acara ini menandai babak baru dalam transformasi digital pembelajaran kampus yang telah dimulai sejak tahun 2024 lalu.
Latar Belakang dan Visi Transformasi Digital
Universitas Muhammadiyah Kendari, sebagai institusi pendidikan tinggi swasta terkemuka di Sulawesi Tenggara, telah merasakan dinamika perubahan dunia pendidikan yang semakin cepat. Melihat peluang ini, kampus yang berdiri sejak tahun 1981 ini mengambil langkah proaktif dengan membentuk Unit Smart Campus Kendari pada tahun 2024. Unit khusus ini difokuskan untuk mengintegrasikan teknologi terkini ke dalam sistem pembelajaran dan manajemen kampus.
Menurut data dari Pusat Teknologi Informasi Universitas Muhammadiyah Kendari, tercatat bahwa hingga semester ganjil 2025/2026, sudah terdapat 47 mata kuliah yang mengadopsi platform pembelajaran digital terintegrasi. Namun, program yang diluncurkan hari ini merupakan milestone penting karena merupakan implementasi pertama yang melibatkan teknologi AI dan IoT secara komprehensif dalam ekosistem akademik.
Program baru ini dirancang untuk tiga pilar utama: meningkatkan efektivitas pembelajaran, mendukung penelitian berbasis teknologi, dan mengembangkan keterampilan digital mahasiswa yang relevan dengan industri 4.0 dan society 5.0.
Komponen Program dan Fitur Unggulan
Program pembelajaran berbasis AI dan IoT yang diluncurkan mencakup beberapa komponen strategis. Pertama, adalah implementasi Learning Management System (LMS) generasi terbaru yang dilengkapi dengan modul AI untuk personalisasi pembelajaran. Sistem ini mampu menganalisis pola belajar setiap mahasiswa secara real-time dan memberikan rekomendasi konten pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan individual.
Kedua, adalah pembentukan Smart Laboratory yang dilengkapi dengan perangkat IoT canggih. Laboratorium ini tersebar di empat gedung akademik utama, mencakup laboratorium terpadu untuk Program Studi Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin. Setiap lab dilengkapi dengan sensor pintar yang dapat memonitor penggunaan peralatan, kondisi lingkungan, dan menghasilkan data real-time untuk keperluan pembelajaran dan riset.
Ketiga, adalah peluncuran Smart Classroom yang menggunakan teknologi proyeksi interaktif berbasis AI, sistem absensi biometrik terintegrasi, dan platform kolaborasi digital yang memungkinkan mahasiswa berdiskusi secara live dengan dosen dan sesama mahasiswa. Teknologi ini juga memfasilitasi pembelajaran hybrid yang lebih fleksibel.
Keempat, adalah pengembangan aplikasi mobile “UnMuK Smart Learning” yang dapat diunduh gratis oleh semua mahasiswa dan dosen. Aplikasi ini menyediakan akses ke materi pembelajaran, jadwal kuliah, notifikasi akademik, dan fitur virtual assistant berbasis AI yang dapat menjawab pertanyaan akademik dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Kelima, adalah inisiasi Research Hub yang difokuskan pada pengembangan proyek penelitian berbasis AI dan IoT. Hub ini menyediakan funding khusus untuk mahasiswa dan dosen yang mengembangkan aplikasi teknologi terkini untuk menyelesaikan permasalahan lokal di Sulawesi Tenggara.
Kutipan dan Perspektif Pimpinan Kampus
Prof. Dr. H. Saripuddin, S.E., M.M., Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam arahannya saat pembukaan acara mengungkapkan kebanggaan terhadap pencapaian ini.
“Hari ini adalah momen bersejarah bagi Universitas Muhammadiyah Kendari. Dengan meluncurkan program pembelajaran berbasis AI dan IoT, kami tidak hanya mengikuti tren pendidikan global, tetapi juga membuktikan komitmen kami untuk memberikan pendidikan berkualitas tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Saripuddin dengan penuh antusias.
Lebih lanjut, Rektor menambahkan bahwa investasi signifikan telah dialokasikan untuk program ini. “Kami telah menginvestasikan lebih dari 8 miliar rupiah untuk infrastruktur teknologi, pelatihan dosen, dan pengembangan konten pembelajaran. Ini adalah bukti nyata dari komitmen jangka panjang universitas terhadap transformasi digital,” lanjutnya.
Dr. Ir. Hendra Wijaya, M.T., Direktur Unit Smart Campus Kendari, memberikan penjelasan teknis mendalam tentang implementasi program.
“Kami memahami bahwa teknologi hanyalah alat. Yang terpenting adalah bagaimana kami menggunakannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, setiap implementasi teknologi selalu didampingi dengan program pelatihan komprehensif untuk dosen dan mahasiswa. Kami juga melakukan monitoring berkelanjutan untuk memastikan teknologi ini benar-benar berdampak positif terhadap pembelajaran,” jelas Dr. Wijaya.
Sementara itu, Dr. Noor Laila S.T., M.Sc., Dekan Fakultas Teknik, menekankan relevansi program ini dengan kebutuhan pasar kerja.
“Alumni kami akan masuk ke dunia industri yang sudah sepenuhnya digital. Dengan memberikan pengalaman belajar berbasis AI dan IoT sejak di kampus, kami memastikan mereka siap dan kompetitif. Sudah banyak perusahaan multinasional dan startup teknologi yang tertarik untuk berkolaborasi dengan program ini,” ungkap Dr. Laila.
Respons Positif dari Kalangan Dosen dan Mahasiswa
Program ini juga mendapat sambutan hangat dari dosen dan mahasiswa. Dr. Bambang Sutrisno, M.Kom., seorang dosen senior Program Studi Teknik Informatika, mengakui potensi besar dari inisiatif ini.
“Selama 15 tahun saya mengajar di sini, ini adalah perkembangan paling signifikan dalam hal pembelajaran. Dulu kami terbatas pada whiteboard dan PowerPoint. Sekarang, dengan Smart Classroom dan LMS berbasis AI, saya bisa memberikan pembelajaran yang jauh lebih interaktif dan personal kepada setiap mahasiswa. Saya sudah melakukan uji coba dan hasilnya sangat memuaskan,” kata Dr. Sutrisno.
Dari sisi mahasiswa, Ahmad Rizki Pratama, ketua Senat Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari, mengungkapkan antusiasme.
“Kami sangat apresiasi dengan langkah ini. Sebagai mahasiswa, kami menyadari bahwa skill digital bukan lagi optional tetapi mandatory di era sekarang. Dengan fasilitas yang sudah disediakan, kami memiliki kesempatan lebih baik untuk mengembangkan kemampuan teknologi. Kami juga berharap universitas terus berinovasi dan mendengarkan masukan mahasiswa dalam proses implementasinya,” kata Ahmad Rizki.
Sementara itu, Sinta Nurhaliza, mahasiswa tahun ketiga Program Studi Sistem Informasi, berbagi pengalaman pribadinya menggunakan sistem baru ini.
“Aplikasi UnMuK Smart Learning sangat membantu saya. Ada fitur AI assistant yang bisa menjawab pertanyaan akademik kapan saja. Saya jadi bisa belajar lebih efisien dan tidak harus selalu menunggu jam konsultasi dosen. Selain itu, Smart Classroom membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan tidak membosankan,” papar Sinta.
Dampak dan Manfaat yang Diharapkan
Implementasi program pembelajaran berbasis AI dan IoT ini diharapkan membawa dampak positif multidimensional. Pertama, dari segi akademik, program ini diproyeksikan meningkatkan nilai rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mahasiswa sebesar 0,3 hingga 0,5 poin dalam dua tahun ke depan. Hal ini didasarkan pada penelitian yang menunjukkan bahwa personalisasi pembelajaran berbasis AI dapat meningkatkan retensi pengetahuan hingga 35 persen.
Kedua, dari perspektif daya saing global, universitas berharap program ini menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa, khususnya mahasiswa berprestasi. Saat ini, sudah ada 12 universitas regional yang menunjukkan minat untuk benchmarking dan kolaborasi dengan Unit Smart Campus Kendari.
Ketiga, dampak penelitian juga diharapkan signifikan. Dengan infrastruktur Research Hub yang memadai, diproyeksikan jumlah publikasi penelitian terakreditasi nasional dan internasional akan meningkat hingga 40 persen dalam tiga tahun mendatang.
Keempat, dari segi employability, alumni Universitas Muhammadiyah Kendari akan memiliki portfolio yang lebih kuat dalam perekrutan kerja. Beberapa perusahaan teknologi besar sudah menunjukkan ketertarikan untuk merekrut talenta dari universitas ini.
Kelima, dari dimensi ekonomi dan pembangunan lokal, program ini diharapkan dapat mendorong ekosistem startup dan inovasi teknologi di Sulawesi Tenggara, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada peningkatan ekonomi digital regional.
Rencana Implementasi dan Timeline
Menurut Dr. Hendra Wijaya, implementasi program akan dilakukan secara bertahap. Fase pertama (April-Juni 2026) fokus pada sosialisasi, pelatihan dosen, dan uji coba limited dengan 500 mahasiswa terpilih dari berbagai program studi. Fase kedua (Juli-Desember 2026) akan melakukan full deployment ke semua mahasiswa aktif dan optimalisasi sistem berdasarkan feedback fase pertama. Fase ketiga (2027-2028) fokus pada ekspansi fitur, integrasi dengan sistem manajemen universitas lainnya, dan pengembangan konten pembelajaran berbasis AI yang lebih sophisticated.
Kolaborasi dan Kemitraan Strategis
Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Universitas Muhammadiyah Kendari sudah menjalin partnership dengan PT. Telkom Indonesia untuk infrastruktur cloud computing, dengan Google Indonesia untuk pelatihan AI dan machine learning, serta dengan beberapa startup lokal untuk pengembangan aplikasi. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen multi-stakeholder dalam mewujudkan transformasi digital pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Penutup
Peluncuran program pembelajaran berbasis AI dan IoT oleh Unit Smart Campus Kendari menandai babak baru dalam perjalanan Universitas Muhammadiyah Kendari menuju excellence dalam pendidikan tinggi. Dengan dukungan penuh dari pimpinan kampus, dedikasi dosen, antusiasme mahasiswa, dan kolaborasi strategis dengan berbagai mitra, program ini memiliki potensi besar untuk mencapai target dan dampak yang diharapkan.
Ke depannya, Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pioneer dalam digitalisasi pendidikan di wilayah Sulawesi Tenggara. Inisiatif ini juga menjadi inspirasi bagi institusi pendidikan lain untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan dinamika perubahan zaman.
Sebagaimana ditekankan oleh Prof. Saripuddin, “Transformasi digital bukan tujuan akhir, tetapi perjalanan berkelanjutan. Kami akan terus mendengarkan stakeholder, belajar dari pengalaman, dan melakukan penyesuaian untuk memastikan bahwa teknologi yang kami adopsi benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan. Ini adalah investasi kami untuk masa depan bangsa yang lebih baik.”
Dengan statement tersebut, harapan besar tertuju pada Universitas Muhammadiyah Kendari untuk terus menjadi motor penggerak perubahan positif dalam ekosistem pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya di kawasan Timur.
—
Artikel ini ditulis berdasarkan coverage acara peluncuran program dan wawancara eksklusif dengan stakeholder kunci Universitas Muhammadiyah Kendari pada tanggal 16 April 2026.